Jakarta Pusat, Ushul News  – Pandemi Covid-19 memunculkan banyak polemik. Selain memengaruhi dunia pendidikan, virus korona juga sangat berdampak pada perekonomian. Dalam ranah mahasiswa, bagaimana seharusnya biaya pendidikan yang dapat dikenakan kepada mahasiswa yang tidak memanfaatkan fasilitas kampus (gedung dan ruang kuliah), bahkan mereka harus mengeluarkan biaya tambahan untuk pulsa internet, yang tentu jumlahnya tidak sedikit.

Atas persoalan ini, jajaran Dekanat Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyambangi Kantor Baznas (Bazis) Provinsi DKI Jakarta. Berlangsungnya pertemuan tersebut, guna menjalin kerjasama dan membahas komitmen untuk memberikan bantuan pendidikan kepada mahasiswa yang membutuhkan, digelar di Ruang Pertemuan Baznas (Bazis) Provinsi DKI Jakarta, Gedung Graha Mental Spiritual Lt. 5, JL. Awaludin II, Kebun Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Selasa (09/02/2021).

Dekan Fakultas Ushuluddin, Yusuf Rahman, mengawali diskusinya mengatakan, situasi seperti ini membuat para mahasiswa sepertinya mengalami keberatan untuk memenuhi kewajiban Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) atau istilah Uang Kuliah Tunggal (UKT).

“Sehingga kita perlu memberikan perhatian, terutama bagaimana mencari solusi bagi problem-problem tersebut. Kami berkomitmen untuk turut serta membantu para intelektual muda yang mengalami kesulitan dalam melanjutkan studinya. Untuk itu, perlu dibuka kemungkinan kerjasama dengan BAZNAS DKI Jakarta yang selama ini sudah berjuang di jalur tersebut,” katanya.

“Hal-hal yang bisa dilakukan kerjasama, selain beberapa program Baznas yang sudah kita ketahui bersama, bisa juga pada pendampingan pembimbingan agama, yang tentu saja bisa dilakukan di FU UIN Jakarta,” imbuhnya.

Ketua Baznas (Bazis) Provinsi DKI Jakarta, Ahmad Luthfi Fathullah, mengapresiasi niat mulia rombongan Dekanat Fakultas Ushuluddin untuk memberikan bantuan dalam hal pendidikan yang bertujuan untuk mencerdaskan umat dari kalangan yang tidak mampu serta meminimalisir angka anak-anak putus sekolah.

“Kami sepakat bahwa komitmen untuk memberikan bantuan pendidikan sangat dibutuhkan bagi para pelajar agar memudahkan mereka melanjutkan studi dan mengatasi problem ekonomi mereka,” kata Luthfi.

Sejauh ini, Ia melanjutkan, Baznas (Bazis) sudah memiliki beberapa program beasiswa, baik bagi pelajar yang tidak mampu maupun bagi mereka yang memiliki prestasi. Misalnya ada program Masa Depan Jakarta, Beasiswa Jakarta Cerdas, Beasiswa Penelitian Tesis dan Beasiswa Penulisan Disertasi.

“Konsekuensinya tentu saja harus ikut program pembinaan dari kami. Untuk saat ini semua proses dan kegiatannya dilakukan secara online,” pungkasnya.

“Jika terealisasi, FU UIN Jakarta bisa jadi sebagai pelaksana kegiatan, dan programnya kami semua yang membiayai. Pembinaannya berbentuk memberikan wawasan baik pada aspek intelektual maupun akidah,” imbuhnya.

Hadir dalam pertemuan ini Wadek Bidang Akademik Kusmana, Wadek Bidang Administrasi dan Umum Dr. Lilik Ummi Kaltsum, MA, Wadek Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama Edwin Syarip, Sekretaris Prodi Studi Agama-Agama Lisfa Sentosa Aisyah. (man/m.nts)