Ratusan Akademisi al-Qur’an dan Hadith adakan Konferensi International di UIN Jakarta

Ciputat- Ratusan dosen dan mahasiswa Ilmu al-Qur’an dan Tafsir (IAT) beserta Ilmu Hadits (IH) dari seluruh Indonesia mengikuti Konferensi Internasional Qur’an Hadith Studies (ICONQUHAS 2017) di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta yang digelar oleh Fakultas Ushuluddin Program Studi IAT dan IH, salah satu platform di bidang literasi Ilmiah kajian Tafsir dan Hadist yang bekerjasama dengan Penerbit Internasional ATLANTIS (Web of Science), Senin-Selasa (06-07/11).
“Ada 200 peserta yang hadir dan juga puluhan delegasi dari Program Studi IAT dan IH se-Indonesia yang terpilih papernya, dengan berbagai seleksi yang ketat, karena paper harus dalam Bahasa inggris dan harus dilakukan pemeriksaan plagiasi dan kriteria akademik lainnya” ujar Yusuf Rahman (panitia penyelenggara), dalam penutupan acara.
Internasional Conference on Qur’an and Hadith (ICONQUHAS) 2017 merupakan konferensi pertama yang diselenggarakan dengan tema “The Current Status and Development of the Qur’an and Hadith Studies: Sources, Discourses, and Practices”. Sahiron Syamsuddin selaku ketua Asosiasi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir se Indosensia (AIAT) dalam rapat pertemuan berharap bahwa dengan adanya kegiatan seperti ini dapat memacu para akademisi dalam mengkaji keilmuan di bidang al-Qur’an dan Tafsir, sehingga mampu memberikan pemahaman yang benar terhadap permasalahan yang ada dalam kajian Islam, terutama yang ada di Indonesia.
Dalam acara tersebut, pembicara yang hadir dari kalangan Akademisi International seperti Prof. Dr. Mun’im Sirry, MA (University of Notre Dame, USA), Prof. Dr. Muhamad Ali (University of California, Riverside, USA), Dr. Norbani Ismail (Former Malaysia Chair of Islam in Southest Asia, Georgetown University, USA), Dr. Irina R. Katkova (St. Petersburg Institute of Oriental Manuscripts, Rusia) yang konsern studinya dalam kajian keislaman.
ICONQUHAS 2017 ini berlangsung mulai hari Senin sampai dengan hari Rabu (06-08/11), yang diakhiri dengan kunjuangan ke Lajnah Pentashihan al-Qur’an Indonesia (TMII), dan Pusat Study al-Qur’an (PSQ). (M. Makhlad)