FU Gelar Silaturahmi dengan Wali Mahasiswa

Fakultas Ushuluddin (FU) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar acara Pertemuan dan Silaturahmi Civitas Academica Fakultas Ushuluddin dengan Wali Mahasiswa Baru Fakultas Ushuluddin Angkatan Tahun 2019 di Auditorium Prof. Dr. Harun Nasution pada Kamis (19/9/2019). Kegiatan ini dimulai pukul 09.00 hingga 12.30 Waktu Indonesia Barat (WIB) dengan tema Komitmen Bersama Meningkatkan Mutu Mahasiswa Fakultas Ushuluddin yang Moderat, Unggul, dan Berprestasi.

Kegiatan ini diawali dengan pembukaan, kemudian pembacaan ayat suci al-Qur’an, penampilan tari khas Betawi, sambutan dan pemaparan yang disampaikan oleh Dekan FU Dr. Yusuf Rahman, MA., dilanjutkan oleh Wakil Dekan (Wadek) I Bidang Akademik Kusmana, MA. Ph.D., Wadek II Bidang Administrasi Umum Dr. Lilik Ummi Kaltsum, MA., Wadek III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama Dr. Media Zainul Bahri, MA. Selanjutnya disambung dengan dialog wali mahasiswa dengan pejabat fakultas yang terdiri dari dekan, wadek I, wadek II, wadek III, dan semua ketua program studi (prodi) disambung penampilan musik dari Akar Seni Ushuluddin (Asus), pembentukan Forum Wali Mahasiswa FU Tahun Akademik 2019/2020, lalu diakhiri dengan foto bersama dan penutup.

Dekan Fakultas Ushuluddin Dr. Yusuf Rahman, MA. mengatakan, dalam sejarah FU, pertemuan pejabat fakultas dengan wali mahasiswa ini diadakan untuk pertama kali. Ia berharap semoga tahun-tahun berikutnya dapat konsisten membuat kegiatan-kegiatan semacam ini.

“Pertemuan kali ini baru kali ini kami lakukan. Ini baru yang pertama dilakukan oleh Fakultas Ushuluddin,” kata Dekan FU dalam sambutan acara tersebut.

Dekan mendorong seluruh wali mahasiswa agar terus ikut memantau perkembangan anak-anak mereka di bidang akademik maupun nonakademik. Menurutnya, idealnya mahasiswa menyelesaikan masa studinya selama delapan semester atau empat tahun. Dengan bantuan wali mahasiswa diharapkan seluruh mahasiswa FU tahun akademik 2019/2020 mampu menyelesaikan studi dengan cepat.

“Kalo menurut aturannya, itu yang kita sebut dengan tepat waktu itu 4 tahun. Mudah-mudahan kita di sini bertemu, dan empat tahun kita bertemu lagi dalam kondisi putra-putrinya diwisuda,” paparnya.

Fakultas Ushuluddin, lanjut Dekan, akan terus mengembangkan sikap moderat dalam beragama. Selain itu, FU akan berusaha menjadikan mahasiswanya unggul dan berprestasi di bidang akademik maupun nonakademik. Salah satunya, mahasiswa akan dihimbau untuk menjadi pembicara seminar dan konferensi di tingkat nasional maupun internasional.

“Menjadi fakultas moderat, unggul, dan berprestasi. Unggul yang kami maksudkan di sini, lulus tepat waktu, kemudian karya ilmiahnya juga berkualitas, karena kali ini kita juga mendorong mahasiswa untuk melakukan penelitian-penelitian. Selain itu, sudah banyak call for paper hampir di seluruh seminar dan konferensi. Kami akan terus mengajak mahasiswa untuk berkontribusi sebagai pembicara melalui call for paper tersebut,” ungkapnya.

Senada dengan Dekan FU, Wakil Dekan (Wadek) I Bidang Akademik Kusmana, MA., Ph.D. mengatakan, mahasiswa FU tidak hanya dibekali hal-hal akademik saja. Mahasiswa FU juga diberikan peluang untuk membantu dalam mempersiapkan borang reakreditasi fakultas dan prodi-prodi. Selain itu, mahasiswa juga bisa berkontribusi dalam pembuatan buletin fakultas, dan berpartisipasi dalam diskusi dosen.

“Selain itu mahasiswa juga kita libatkan dalam kegiatan yang sifatnya administrasi akademik yaitu akreditasi fakultas. Kita ajak mereka dalam kegiatan penyediaan borang untuk fakultas. Jadi punya pengalaman di akademik dan administrasi. Selain itu kita juga ada buletin Ushuluddin yang nantinya setiap kegiatan yang kita lakukan kita dokumentasi secara virtual dan print out. Dan yang banyak berkiprah dalam hal ini adalah mahasiswa. Semoga ini bisa mewarnai karakter kesarjanaan alumni kita,” jelas Wadek I.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Rektor (Warek) III Bidang Kemahasiswaan Prof. Dr. Masri Mansoer, MA. Dalam sambutannya, beliau mengatakan keberhasilan pendidikan ditentukan oleh tripusat pendidikan yakni keluarga, sekolah, dan masyarakat. Karena itu, beliau mengapresiasi kegiatan silaturahmi yang digelar Fakultas Ushuluddin ini. Beliau juga menghimbau agar wali mahasiswa dan pejabat FU dapat bersinergi dalam memantau dan mendukung perkembangan mahasiswa.

“Keberhasilan pendidikan itu ditentukan oleh tripusat lingkungan pendidikan. Keluarga, sekolah, masyarakat. Kalo ini kita analogikan sekolah dengan kampus,” katanya.

Pada acara ini Wadek II Bidang Administrasi Umum Dr. Lilik Ummi Kaltsum, MA. menjelaskan tentang administrasi yang mesti dilakukan oleh wali mahasiswa. Ia mengatakan, sekarang semua hal administrasi harus dilakukan secara online sesuai dengan sistem yang telah ditentukan oleh pihak universitas. Ia berharap wali mahasiswa dapat berkomunikasi dengan pihak fakultas jika terjadi kendala agar tidak menghambat perkuliahan dan kelulusan mahasiswa.

“Saya berharap, putra-putri bapak-ibu bisa cepat lulus S1 dan lanjut S2. Maksimal semester 9. Saya berharap bapak-ibu bisa terus memonitori perkembangan akademik dan administrasi perkuliahan anak-anaknya,” ungkap Wadek II.

Sementara itu, Wadek III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama Dr. Media Zainul Bahri, MA. memaparkan perihal kemahasiswaan dan perkembangan alumni FU. Beliau menjelaskan, kebanyakan alumni FU berkiprah di ranah pendidikan. Sebanyak 47% alumni berprofesi sebagai guru, 10% karyawan/ pegawai swasta, 9% Pegawai Negeri Sipil (PNS), 9% dosen, 7% jurnalis, 7% wiraswasta, 6% peneliti, dan 5% politisi.

“Pekerjaan alumni kita paling banyak menjadi guru, mungkin guru aqidah, tafsir, hadis, akhlak. Semua itu sekitar 47%,” jelas Wadek III.

 

(yud/zham)