FU Gelar Bedah Film The Bodyguard

Fakultas Ushuluddin (FU) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar agenda Bedah Film The Bodyguard pada Kamis (10/10/2019) di Teater Prof. H.A.R. Partosentono FU. Kegiatan ini dimulai pukul 13.00 hingga 15.30 Waktu Indonesia Barat (WIB). Sedangkan film tahun 2016 ini sendiri berdurasi 95 menit.

Film yang memiliki kandungan sisi sosial ini bercerita tentang seorang bodyguard bernama Haedar Zabihi yang menjadi kepala tim pengawal orang-orang penting. Ia berniat untuk pensiun dari profesinya, namun ia berada dalam posisi yang menyulitkan keputusannya tersebut. Ia harus menyelamatkan nyawa pejabat penting militer yang tengah terancam. Hal ini menyebabkan terjadinya sebuah peristiwa spesial yang perlahan-lahan menciptakan berbagai krisis dalam kehidupan Haedar bahkan hingga mengganggu hubungannya dengan orang-orang sekitar.

Konselor Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Islam Iran Mehrdad Rakhshande, Ph.D. mengatakan, ada beberapa kesamaan antara Indonesia dan Republik Islam Iran. Pertama, keduanya merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di wilayahnya masing-masing. Kedua, dari segi kebahasaan, Indonesia menyerap beberapa bahasa Persia ke dalam bahasanya.

“Ada beberapa persamaan Indonesia dan Iran yakni penduduk muslim terbesar di wilayahnya masing-masing, dan dari segi kebahasaan Indonesia ada beberapa kata yang menyerap bahasa Persia,” kata beliau saat memberikan sambutan.

Film, tambah beliau, merupakan salah satu sarana untuk mengenal tradisi, budaya dan hal-hal mengenai tempat film itu dibuat. Industri film di Iran sudah cukup dikenal di dunia, biasanya film Iran tidak menirukan hal-hal yang dilakukan oleh film-film non-Iran. Film Iran mengedepan nilai-nilai keislaman, tidak menyalahi nilai-nilai keislaman, nilai-nilai kemanusiaan, dan hampir seluruh film di Iran bisa dikonsumsi oleh umum.

“Film adalahh salah satu cara untuk kita bisa mengenal tradisi dan kebudayaan tempat film itu dibuat. Di Iran tidak menggunakan hal-hal yang biasa digunakan di film-film non-Iran. Film Iran ingin mengedepankan nilai-nilai Islam, dan tidak menyalahi nilai Islam, kemanusiaan,” lanjut beliau.

Bedah film ini digelar atas kerjasama Fakultas Ushuluddin (FU) melalui Iranian Corner, Cultural Counsellorship Embassy of the Islamic Republic of Iran Indonesia, dan Dewan Mahasiswa (Dema) FU.

Dekan Fakultas Ushuluddin (FU) Dr. Yusuf Rahman, M.A. mengatakan, FU memiliki Iranian Corner yang menyediakan literatur-literatur tentang Iran. Beliau menghimbau kepada seluruh mahasiswa yang tertarik tentang Iran dan kebudayaannya agar bisa mengunjungin Iranian Corner.

“Kita punya Iranian Corner di Fakultas Ushuluddin. Dan jika kalian ingin membaca dan mencari tau tentang Iran bisa berkunjung di sana. Akan ada Pak Surya di sana yang siap membantu kawan-kawan,” jelas beliau saat memberikan sambutan.

Menurut beliau, dengan menonton film The Bodyguard ini mahasiswa akan mampu melihat budaya Iran, dan keadaan lingkungannya.

“Pasti pengambilan gambarnya di Iran, pemain-pemain filmnya juga pasti orang-orang Iran, dan dialeknya juga pasti Iran. Mudah-mudahan nanti kita bisa berkunjung ke Iran,” lanjut beliau.

Ketua Koordinator Iranian Corner Dr. M. Suryadinata, M.Ag. berharap dengan adanya kegiatan bedah film ini mahasiswa dapat membandingkan film yang diproduksi oleh orang-orang Iran dan film-film yang diproduksi oleh Indonesia.

“Harapannya yakni menjadikan bahan perbandingan antara film yang dilahirkan oleh para pembuat film Iran dengan film yang dibuat oleh para ahli film Indonesia. Kemudian dapat memahami budaya-budaya bangsa Iran/ Persia melalui penayangan ini,” terang beliau.

(yd/zm)