Dunia Bersatu Melawan Covid-19, Doa Kemanusiaan dari UIN Jakarta

Dunia Bersatu Melawan Covid-19, Doa Kemanusiaan dari UIN Jakarta

Gedung Rektorat, Kalangan tokoh lintas agama, akademisi, dan cendekiawan di berbagai belahan dunia Kamis (14/5/2020) ini serentak menggelar doa bersama guna menghilangkan wabah Covid-19 dari permukaan bumi. Doa digelar menurut kepercayaan dan keyakinan masing-masing serta dilakukan melalui berbagai media platform.

Gelaran doa bersama pada 14 Mei itu merupakan tindak lanjut dari seruan Grand Syaikh Al-Azhar Ahmad Al-Thayyib dan pemimpin Katholik Paus Fransiskus melalui Komite Tinggi untuk Persaudaraan Kemanusiaan yang berpusat di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Komite Tinggi mengajak agar umat manusia di seluruh dunia pada tanggal tersebut melakukan doa bersama guna menghilangkan Covid-19.

Di Indonesia, doa bersama di antaranya diselenggarakan oleh UIN Jakarta yang diberi tajuk “Doa untuk Kemanusiaan”. Doa menghadirkan sejumlah tokoh nasional dan internasional serta dilakukan melalui platform Zoom selama dua jam.

Acara Doa untuk Kemanusiaan dipimpin langsung Rektor UIN Jakarta Amany Lubis. Ia didampingi Sekretaris Jenderal Komite Tinggi Muhammad Abdussalam. Keduanya merupakan inisiator acara untuk perhelatan doa di Indonesia, khususnya di UIN Jakarta.

D antara para tokoh yang hadir dan memberikan doa dari dalam negeri adalah Said Agil Husin Al-Munawwar (guru besar Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta), Romo Simon PL Tjahyadi (Katholik), Pendeta Elga Sarapung (Kristen), Bhikkhu Dhammasubho Mahathera (Budha), KS Arsana (Hindu), Uung Sendana (Khonghucu), Azyumardi Azra (guru besar Fakultas Adab dan Humaniora), dan Jimly Asshiddiqie (Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia).

Sementara dari luar negeri terdapat Ahmad Omar Chapakia (tokoh masyarakat Islam Thailand), Ilham Syahin (Direktur Majma Buhus Islamiah Al-Azhar, Kairo), Abdul Aziz Munadil (Rektor Universitas Ibn Tufail, Maroko), Asyraf Darfili (Rektor Universitas Islam Internasional Islamabad, Pakistan), dan Duta Besar Mesir untuk Indonesia Ahmed Amr Ahmed Moawad.

Selain itu, acara Doa untuk Kemanusiaan secara khusus juga dilakukan oleh Grand Syaikh Al-Azhar Ahmad Al-Thayyib yang disampaikan melalui rekaman video dari Mesir.

Rektor UIN Jakarta Amany Lubis dalam sambutannya mengatakan, acara Doa untuk Kemanusiaan bertujuan agar para tokoh dari berbagai agama bersatu dan bergandengan tangan melawan wabah Covid-19. Hal itu dilakukan agar tecipta suasana damai di permukaan bumi dan manusia terbebas dari penyakit korona.

“Saya sangat berterima kasih atas kehadiran para tokoh agama dan para cendekiawan, baik dari dalam maupun luar negeri. Semoga dengan doa yang disampaikan sesuai keyakinan masing-masing Covid-19 dapat segera hilang dari muka bumi,” katanya.

Sekjen Komite Tinggi Persaudaraan untuk Kemanusiaan Muhammad Abdussalam dalam sambutannya juga sangat mengapresiasi kepada UIN Jakarta yang telah mengundang semua tokoh agama untuk berdoa sesuai keyakinan masing-masing. Bahkan ia juga memuji Presiden Joko Widodo yang telah memprakarsai langsung penyelenggaraan doa secara nasional.

“Kita semua kumandangkan doa menurut agama dan keyakinan kita masing-masing untuk kemanusiaan atas cobaan yang menimpa manusia di seluruh dunia, yaitu Covid-19. Mudah-mudahan Tuhan Yang Maha Esa segera mengangkat musibah ini,” katanya.

Ia juga menyatakan bahwa sejarah telah mencatat persatuan dalam kemanusiaan ini dengan berbagai keyakinan untuk bersama saling melindungi dan saling menyayangi di antara umat manusia. Komite Tinggi Persaudaraan untuk Kemanusiaan mengucapkan terima kasih yang setinggi tingginya kepada semua tokoh dan pemuka agama yang telah bergabung dan berdoa pada saat ini.

Komite juga mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada para dokter dan perawat yang telah berjuang dan mempersembahkan pengabdian mereka kepada kemanusiaan.

“Semoga pengabdian mereka dan kita semua mendapat pahala dari Yang Maha Esa serta Covid-19 ini segera berlalu,” ujar Abdussalam. (ns)